Harga Telur Ayam di Ponorogo Anjlok, Jerit Peternak ke Pemerintah: Jangan Saat Naik Saja Minta Turun
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terus mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.
Harga telur saat ini di kandang sebesar Rp 22.800 per kilogram.
Harga Rp 22.800 per kilogram disebut dibawah HAP (Harga Acuan Pembelian). Pun sejumlah peternak ada yang menjual dibawah Rp 22.800 per kilogram karena banyaknya telur.
Kondisi tersebut dikeluhkan para peternak ayam petelur di Ponorogo yang kini berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi, bukan hanya melakukan intervensi saat harga telur melonjak.
“Ya jangan kalau harga naik terus kami peternak ditekan untuk menurunkn. Pemerintah juga harus bertindak kalau harga anjlok,” ungkap Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ponorogo, Eny Kustianingsih, Sabtu (16/5/2026).
Permintaan Pasar Lesu, Telur Menumpuk
Dia mengatakan saat ini banyak telur menumpuk karena permintaan stagnan. Lantaran memang siklus tahunan, dimana saat ini masuk siklus selo.
“Saat kan masuk selo. Harusnya pemerintah bantu kami. Seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis) itu, SPPG seharusnya bisa membantu penyerapan telur,” katanya,
Eny menyatakan bahwa sudah ke SPPG. Rupanya memang ada yang hanya menggunakan sepekan sekali. Padahal, ada arahan sepekan dua kali,
“Seharusnya dengan adanya permintaan telur yang lemah, pemerintah mngambl kebijakan harusnya dapur itu 2 kali seminggu atau 3 kali,” urainya.
Tindakan itu sama saat harga telur naik, 27-28 rb per kg. Waktu itu, jelas dia, peternak ditekan. Peternak dilarang menjual telur diatas HAP.
“Pemerintah itu jangan naiknya saja yang dipikirkan, kalau jatuh juga hrs ngasih solusi. kita laporan ke bapanas, agar sppg menyerap telur minim 2 kali seminggu,” terangnya.
Peternak Minta Pemerintah Berlaku Adil
Dia berharap pemerintah sebaiknya menjadi wasit yaht adil memberi solusi. “Saat harga telur turun jangan dibiarkan, saat naik jamya ditekan. jangan sampai telur menumpuk terlalu lama, karena sangat merugikan,” tegasnya.
Penjaga toko grosir telur di Ponorogo, Harni menyatakan bahwa harga telur memang anjlok dua pekan ini. Seiring dengan naiknya harga pakan.
“Peternak itu mengeluh sih. Biasanya kan bisa jual Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu. Nah ini Rp 22 ribu sampai Rp 23 ribu. Sudah selama dua pekan,” pungkas penjaga toko grosir telur di Jalan Diponegoro, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Sumber: https://jatim.tribunnews.com/jatim/544891/harga-telur-ayam-di-ponorogo-anjlok-jerit-peternak-ke-pemerintah-jangan-saat-naik-saja-minta-turun
No comments: