Kepala SPPG Tak Butuh Motor Trail, Begini Nasib Motor Listrik MBG

Motor listrik MBG. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto

 

Jakarta - Pengadaan motor listrik untuk program makan bergizi gratis (MBG) ternyata tersandung kasus korupsi. Pengadaan motor listrik tersebut menghabiskan anggaran hingga triliunan rupiah. Begini nasib motor listrik MBG setelah tersandung kasus korupsi.
Awalnya motor listrik ini dibelanjakan untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, menurut Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyebut, kepala SPPG sebenarnya tidak perlu motor listrik. Sebab, tugas kepala SPPG adalah mengawasi di dalam SPPG-nya, bukan terjun langsung ke lapangan.

"Sebenarnya tadinya itu kan mau untuk kepala SPPG. Sebenarnya menurut kami nggak membutuhkan lah, karena fungsi mereka kan sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam situ, mereka nggak yang perlu motor ke lapangan dan sebagainya," kata Agustina dalam konferensi pers BGN seperti ditayangkan CNN Indonesia.



Dia menyebut, motor listrik yang telanjur dibeli adalah model motor trail. Motor trail itu dianggap tidak cocok buat dipakai ibu-ibu yang menjadi kepala SPPG.

"Sudah telanjur motor trail loh. Artinya ya mungkin buat ibu-ibu kayaknya nggak cocok ya kalau motor trail. Nah itu hal-hal itu yang harus dipertimbangkan karena kita bukan mulai dari nol nih," ujarnya.

"Lalu motor yang model bebek yang biasa (skuter) itu ada berapa. Itu kan harus ada yang dipertimbangkan. Nanti misalnya oh itu ibu-ibu yang nganterin ompreng untuk 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) dikasihnya motor (trail) listrik, lah ya nanti nggak pas. Atau dikasihnya di daerah yang SPKLU-nya belum ada padahal itu motor listrik. Nah itu kan nggak bisa sembarangan. Jadi nanti pasti ada data yang masuk, dilihat sama-sama, dan daerah mana yang tepat, karena udah telanjur itu motornya motor listrik," sambungnya.

Nasib Motor Listrik MBG

Menurut Agustina, motor listrik MBG yang sudah telanjur dibeli akan dimanfaatkan secara maksimal. Namun, kemungkinan tidak semuanya digunakan untuk BGN.

"Intinya akan kami manfaatkan, tapi intinya nggak semua juga untuk BGN ya. Karena itu sudah dibayar oleh uang negara,. Mark up-nya nanti akan dimintakan pertanggungjawaban kepada tersangka itu dalam bentuk kerugian negara. setor balik ke kas negara. Tapi harga aslinya berapa itu yang sekarang sedang dihitung, mark up-nya berapa, balikin ke negara melalui mekanisme pengadilan tipikor," ujar Agustina.

Dia bilang, beberapa kementerian/lembaga mengusulkan untuk memanfaatkan motor listrik tersebut. Tinggal nanti keputusannya akan dikaji oleh tim Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan motor listrik MBG.


"Jadi memang kemarin masih dalam proses, tapi memang akan dimanfaatkan. Kemarin sempat ada beberapa yang mengusulkan untuk pemanfaatan itu antara lain dari Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) untuk yang melayani, lalu dari penyuluh pertanian, dari guru juga sempat ada. Silakan mengajukan, kata Pak Presiden, silakan Kementerian yang kebutuhannya apa, nanti biar dikaji oleh tim dari Presiden sendiri. Kalau kami sifatnya nanti mengikuti saja," ucap Agustina.

Penulis; Rangga Rahadiansyah

Kepala SPPG Tak Butuh Motor Trail, Begini Nasib Motor Listrik MBG Kepala SPPG Tak Butuh Motor Trail, Begini Nasib Motor Listrik MBG Reviewed by wongpasar grosir on 3:23 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.