Ponorogo - Nasib memprihatinkan dialami SD Negeri Nailan, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Sekolah dasar negeri tersebut sudah dua tahun berturut-turut tidak mendapatkan siswa baru, sehingga kini kelas 1 dan kelas 2 tidak memiliki murid sama sekali.
Berdasarkan data sekolah, jumlah siswa yang masih bertahan hanya 13 anak. Rinciannya, kelas 6 sebanyak tujuh siswa, kelas 5 sebanyak dua siswa, kelas 4 hanya satu siswa, kelas 3 sebanyak tiga siswa, sedangkan kelas 2 dan kelas 1 nihil siswa.
Kepala Desa Nailan, Nurhadi mengatakan, minimnya siswa bukan karena fasilitas sekolah kurang memadai. Menurutnya, SDN Nailan berada di tengah banyak lembaga pendidikan lain yang lebih diminati masyarakat, terutama sekolah berbasis agama.
![]() |
| Bedcover Bonita Rumbai Alfonso |
"Kita ini sebenarnya terkepung sekolah-sekolah lain. Ada sekolah Gontor tingkat SD, ada MIN, kemudian di sebelah timur ada Ar Risalah. Warga di selatan banyak ke Gundik, yang utara ke Singkil. Jadi pilihan sekolah di sekitar sini memang banyak," kata Nurhadi, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, tren masyarakat saat ini lebih memilih menyekolahkan anak ke lembaga yang menawarkan pendidikan agama lebih kuat.
"Sekarang yang dicari masyarakat itu pendidikan dasar yang bagus dari sisi keagamaannya. Makanya rata-rata larinya ke MIN," ujarnya.
Pemerintah desa, lanjut Nurhadi, sebenarnya telah berupaya menjaga keberlangsungan SDN Nailan. Salah satunya dengan mengarahkan anak-anak dari playgroup dan TK agar melanjutkan ke SDN Nailan. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
"Kami sudah kumpulkan wali murid, kami tanya alasannya. Tapi jawabannya tetap sama, 'Pak, biar masuk MIN saja dulu'," ungkapnya.
Nurhadi menambahkan, minimnya angka kelahiran di Desa Nailan juga ikut memengaruhi jumlah calon peserta didik baru. Dari sekitar 1.400 penduduk, jumlah anak usia masuk SD sangat sedikit.
"Kalau melihat data Posyandu, memang anak usia masuk SD sedikit sekali. Kalau tidak salah hanya sekitar enam atau tujuh anak," jelasnya.
Di Desa Nailan sendiri, terdapat delapan siswa taman kanak-kanak (TK). Sementara jumlah anak di playgroup saat ini tercatat sebanyak 13 siswa. Meski demikian, sebagian besar lulusan TK memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain di luar SDN Nailan.
Penulis ; Charolin Pebrianti - detikJatim
Sumber ; https://www.detik.com/jatim/berita/d-8571439/sdn-nailan-ponorogo-2-tahun-berturut-turut-tak-dapat-siswa-baru#google_vignette

No comments: