SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Program angkutan pelajar gratis atau angkot pelajar di Kota Malang mulai menemukan titik terang.
Organda Kota Malang memastikan skema operasional angkot pelajar tengah dimatangkan dan ditargetkan segera berjalan setelah regulasi rampung.
Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan program ini menjadi salah satu solusi untuk memberdayakan sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak perubahan sistem transportasi.
"Fokusnya angkot pelajar ini adalah untuk antar jemput pelajar. Dari titik kumpul diantar ke sekolah, lalu dijemput kembali ke titik kumpul setelah pulang," ucapnya belum lama ini kepada SURYAMALANG.COM.
Pemanfaatan Armada yang Layak Jalan
Pemerintah Kota Malang juga telah menyiapkan anggaran untuk angkot pelajar ini.
Nantinya, layanan ini akan digratiskan bagi siswa, karena dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.
Purwono menjelaskan, armada yang digunakan nanti juga bukan armada baru, melainkan angkot yang sudah ada dan memenuhi persyaratan administratif serta teknis, seperti kelayakan jalan dan dokumen kendaraan aktif.
"Angkot yang ada diberdayakan, yang penting layak jalan, STNK hidup, dan sesuai trayek," jelasnya.
Dalam skema yang disusun, para sopir angkot tetap bisa menjalankan aktivitas reguler di luar jam layanan pelajar.
Pagi hari mereka fokus mengantar siswa, kemudian kembali ke trayek biasa, dan kembali bersiap menjemput pelajar saat jam pulang sekolah.
"Modelnya seperti antar jemput karyawan. Jadi ada waktu khusus untuk pelajar, selebihnya tetap beroperasi seperti biasa," paparnya.
Skema Pembayaran dan Target Implementasi
Terkait jumlah armada, Organda menyebut masih dalam tahap finalisasi.
Dari perhitungan sementara, kebutuhan armada berkisar antara 50 hingga 60 unit angkot yang akan dioperasikan.
Adapun sistem pembayaran kepada sopir akan menggunakan skema per-kilometer yang dibayarkan oleh pemerintah.
Namun, besaran tarif masih dalam pembahasan agar tetap layak dan mampu mencukupi kebutuhan operasional pengemudi.
"Kami hitung betul supaya pengemudi tetap dapat penghasilan yang layak, karena ini bukan sekadar antar, tapi juga ada biaya operasional yang harus ditutup," kata Purwono.
Untuk menghindari kecemburuan di kalangan sopir, Organda menegaskan prioritas utama akan diberikan kepada pengemudi yang terdampak langsung oleh kebijakan transportasi sebelumnya, termasuk kehadiran layanan baru seperti bus Trans Jatim.
"Yang terdampak itu yang kita utamakan. Ini bentuk keadilan," tegas Purwono.
Selain itu, pembagian jalur dan operasional akan dilakukan melalui mekanisme musyawarah di masing-masing koperasi angkot.
Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi konflik internal antar pengemudi.
Saat ini, implementasi program tinggal menunggu rampungnya Peraturan Wali Kota (Perwal) yang sedang diproses.
Setelah regulasi selesai, program akan langsung dijalankan dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan.
"Harapan kami segera selesai, jadi bisa langsung jalan," tandasnya.
Sumber: https://suryamalang.tribunnews.com/malang-raya/284413/angkutan-pelajar-gratis-di-malang-tinggal-tunggu-perwal-60-unit-angkot-disiapkan
No comments: