Sudah Beternak 40 Tahun, Sugeng Bangga Sapinya Dibeli Prabowo, Dipilih yang Harga Rp 100 Juta

SAPI KURBAN PRESIDEN - Sugeng Hadi Prayitno, warga Kenteng RT 05/RW 12, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (14/5/2026). Sapi milik Sugeng terpilih menjadi salah satu sapi kurban Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUNJATIM.COM - Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi di Gunungkidul untuk berkurban di Idul Adha 2026.

Sapi itu adalah milik Sugeng Hadi Prayitno, warga Kenteng RT 05/RW 12, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Iya, 2 minggu lalu didatangi petugas dari Pertanian (Dinas Pertanian dan Panganan Gunungkidul),” kata Sugeng saat ditemui di rumahnya, Jumat (15/5/2026).

Sugeng pun menceritakan awal mula hal itu terjadi.

Disebutkan bahwa petugas dari Dinas Pertanian dan Panganan Gunungkidul datang pada awal Mei 2026 untuk melihat dua ekor sapi jenis simental miliknya yang telah dipelihara selama kurang lebih tiga tahun dan memiliki ukuran besar.

Kedua sapi tersebut kemudian ditimbang menggunakan timbangan milik temannya yang dipinjam untuk proses penimbangan.

“Satu dengan bobot 1.080 kilogram dan satunya sebesar 1.025 kilogram. Dua sapi ini saya tawarkan seharga Rp 215 juta. Tapi, yang dipilih hanya satu seharga Rp 100 juta,” katanya lagi.

Peternak yang telah lebih dari 40 tahun menekuni usaha peternakan itu mengatakan, sapi yang dipilih merupakan sapi dengan ukuran paling besar dari sekitar 20 ekor sapi yang dimilikinya.

Saat ini, dirinya juga telah menyerahkan sejumlah dokumen seperti fotokopi KTP, NPWP, dan nomor rekening tabungan untuk proses penyelesaian transaksi.


Jadwal Penyerahan Sapi

Sugeng menyebutkan, pada 18 Mei 2026 mendatang dijadwalkan ada pertemuan dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terkait penyerahan sapi kurban tersebut.

Ia memperkirakan sapi itu nantinya akan disalurkan di wilayah Gunungkidul.

“Informasinya nanti jika sudah ditentukan kita yang mengirim, jadi harga itu, sudah dipotong pajak, kita juga harus mengirim,” kata dia.

Menurut Sugeng, proses pengiriman sapi berbobot jumbo membutuhkan persiapan khusus agar hewan tetap aman dan tidak mengalami cedera selama perjalanan.

“Nanti harus ada ampalan yang bagus, sapi seukuran itu tidak boleh sembarang. Proses pengantaran juga harus berhati-hati,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tidak ada perlakuan khusus dalam perawatan sapi tersebut hingga mencapai ukuran jumbo. Perawatan dilakukan seperti biasa setiap hari.

Setiap sekitar pukul 12.00 WIB siang, sapi diberi pakan kering berupa jerami serta minuman yang dicampur beberapa bahan seperti pelet dan ampas singkong.

Selain itu, kandang juga rutin dibersihkan.

Sugeng mengaku bangga karena sapi miliknya dipilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, hal itu menjadi pengalaman pertama sejak dirinya mulai beternak pada era 1980-an.

“Untuk rekor terberat, saya pernah memelihara Siceleng seberat 1,2 ton yang dibeli oleh orang Boyolali beberapa tahun lalu,” kata Sugeng.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan setiap tahun terdapat beberapa sapi yang diusulkan untuk menjadi hewan kurban presiden.

“Tahun ini hanya satu ekor sapi milik warga Ngalang, Gedangsari,” kata dia.

Sudah Beternak 40 Tahun, Sugeng Bangga Sapinya Dibeli Prabowo, Dipilih yang Harga Rp 100 Juta Sudah Beternak 40 Tahun, Sugeng Bangga Sapinya Dibeli Prabowo, Dipilih yang Harga Rp 100 Juta Reviewed by wongpasar grosir on 12:56 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.