MBG di SDN Kauman 1 Malang Dihentikan Buntut Siswa Keracunan

SD Negeri Kauman 1 Kota Malang/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim


Malang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kauman 1 Kota Malang terpaksa dihentikan sementara setelah puluhan siswa mengalami diare diduga akibat keracunan makanan.

Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan olahan telur yang disajikan mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) di atas batas ketentuan sehingga menjadi dasar penghentian distribusi dari dapur penyedia.


Berdasarkan data Satgas MBG Kota Malang, jumlah siswa penerima manfaat di SDN Kauman 1 sebanyak 538 orang, dari jumlah itu sebanyak 33 siswa mengalami keracunan. Distribusi MBG sendiri berasal dari SPPG Sukoharjo 1, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Malang yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, seluruh menu yang diproduksi dan dikonsumsi pada hari kejadian telah diambil sebagai sampel untuk diuji di laboratorium.

"Hasilnya, ada satu jenis makanan yang kadar bakteri E. colinya di atas ketentuan, yaitu olahan telur. Kalau yang lainnya normal semua," kata Erik kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Temuan tersebut menjadi dasar Satgas MBG untuk tetap menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan kepada para siswa.

Penghentian dilakukan sejak muncul laporan sejumlah siswa mengalami diare usai mengonsumsi makanan MBG.

Menurut Erik, langkah penghentian produksi telah dilakukan sejak awal sebagai bentuk antisipasi sambil dilakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan. Mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi kepada peserta didik.

"Sejak awal kami sudah meminta SPPG menghentikan produksinya dulu, sambil kami pantau proses pengolahannya dari hulu ke hilir sampai pembagian kepada anak didik. Karena kemarin ada siswa-siswa yang dilaporkan diare, langsung kami minta penyaluran MBG dihentikan sementara," tegasnya.

Meski hasil laboratorium telah mengidentifikasi adanya kontaminasi bakteri pada olahan telur, Erik menegaskan penghentian operasional SPPG belum memiliki batas waktu yang pasti.

Saat ini, Pemkot Malang tengah menyiapkan surat peringatan dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan tahapan pembinaan terhadap penyedia layanan MBG tersebut.


"Kami siapkan surat peringatan dan berkoordinasi dengan unit pemantauan dan pengawasan di BGN berkaitan dengan tahapan-tahapan pembinaan terhadap SPPG yang bersangkutan," tegasnya.

Erik menambahkan, keputusan mengenai kapan SPPG dapat kembali beroperasi sepenuhnya bergantung pada hasil evaluasi serta pembenahan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses produksi makanan.

"Kalau sampai kapannya, tentunya kami nanti akan melihat pembenahan-pembenahan di dalam SOP produksi dari SPPG yang bersangkutan ini," pungkasnya.


 Sumber; https://www.detik.com/jatim/berita/d-8593388/mbg-di-sdn-kauman-1-malang-dihentikan-buntut-siswa-keracunan

MBG di SDN Kauman 1 Malang Dihentikan Buntut Siswa Keracunan MBG di SDN Kauman 1 Malang Dihentikan Buntut Siswa Keracunan Reviewed by wongpasar grosir on 2:39 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.