Harga emas dunia melonjak lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan Rabu (19/8/2026) waktu setempat atau Kamis (20/8/2026) pagi WIB. Kenaikan terjadi setelah pengumuman dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menekan imbal hasil obligasi dan nilai tukar dollar AS. Mengutip Reuters, harga emas spot naik 3,6 persen menjadi 4.487,91 dollar AS per ons. Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga emas sempat menyentuh 4.499,20 dollar AS per ons, level tertinggi sejak 4 Juni 2026. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 2,8 persen menjadi 4.545,30 dollar AS per ons.
Secara teknikal, harga emas spot juga menembus rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di kisaran 4.381 dollar AS per ons. "Ini benar-benar tidak terduga. Kondisi ini sangat positif bagi emas karena imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang yang lebih rendah dan kebijakan tersebut berpotensi membantu melemahkan dollar AS," ujar pakar industri sekaligus mantan kepala perdagangan logam mulia Koch Supply and Trading, Robert Gottlieb. Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan skala operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang untuk mendukung likuiditas pasar.
Kebijakan itu mendorong penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun yang sebelumnya berada di sekitar level tertinggi dalam 19 tahun. Indeks dollar AS juga turun 0,8 persen. Pelemahan ini membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam kuning tersebut. Dalam catatannya, TD Securities menilai pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai peningkatan skala operasi pembelian kembali obligasi untuk mendukung likuiditas telah memberikan dorongan baru bagi pasar logam.
"Meski arus pembelian yang kuat telah mereda dalam beberapa hari terakhir, aliran investasi emas dapat dengan cepat kembali di tengah dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan, The Fed yang bersedia melihat melampaui guncangan energi, dan narasi stagflasi yang semakin berkembang. Semua faktor ini pada akhirnya akan mendorong suku bunga riil lebih rendah," tulis TD Securities. Risalah rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) menunjukkan sejumlah pejabat bank sentral AS siap menaikkan suku bunga dalam pertemuan 28-29 Juli.
Banyak pejabat juga menilai kenaikan suku bunga lanjutan diperlukan jika inflasi gagal kembali menuju target 2 persen.
Namun, ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga berubah setelah sejumlah data ekonomi AS terbaru menunjukkan pelemahan. Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mencapai 65 persen. Adapun harga logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot melonjak hampir 4 persen menjadi 65,80 dollar AS per ons. Harga platinum naik 5,1 persen menjadi 1.800,02 dollar AS per ons, sedangkan palladium menguat 2,7 persen ke level 1.325,12 dollar AS per ons.
BEDCOVER HAWAI 180 FLAT DAMIRA
Baca Juga :
Harga Emas Dunia Melonjak 3 Persen, Didorong Pelemahan Dollar AS
Reviewed by wongpasar grosir
on
8:51 AM
Rating:
No comments: