Indonesia terus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Division 1, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah Division 2. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan Indonesia bertugas menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung turnamen, sementara sejumlah aspek utama penyelenggaraan berada di bawah kendali FIFA. Hal tersebut disampaikan Erick saat sesi konferensi pers dalam kegiatan Indonesia Sport Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026) pukul 17.00 WIB.
Indonesia Siapkan Fasilitas Pendukung
Erick mengatakan FIFA memiliki kendali terhadap sejumlah aspek utama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk logo, trofi, stadion pertandingan, hingga lokasi latihan.
“Sebagai tuan rumah, karena ini agenda FIFA, saya sudah berulang-ulang mengatakan dan ada government guarantee dari Bapak Presiden langsung. Ini seperti FIFA World Cup U17,” ujar Erick Thohir saat sesi konferensi pers dalam kegiatan Indonesia Sport Summit 2026. “Artinya, ini event-nya FIFA, kita hanya host. Semua aturan, mau logo, mau piala, mau penentuan tempat tanding, tempat latihan, semua FIFA. Kita hanya bisa merekomendasikan,” lanjutnya. Erick juga menyebut stadion yang digunakan untuk pertandingan harus mengikuti ketentuan FIFA, termasuk terbebas dari sponsor tertentu selama pertandingan berlangsung.
“Bahkan stadion-stadion nanti yang ada di Si Jalak Harupat dan juga GBK harus bersih dari sponsor seperti yang di Amerika kemarin,” ujar Erick. Menurut Erick, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan keuntungan bagi Indonesia karena sebagian besar pendanaan turnamen berasal dari FIFA. “Ini hal yang positif karena event ini mayoritas penyelenggaranya FIFA yang mengeluarkan pendanaan cukup besar."
Erick juga menyoroti hadiah yang disiapkan bagi juara Division 1. Menurut dia, nominalnya mencapai 1 juta dollar (sekitar Rp 17,6 miliar). “Juara saja kalau enggak salah untuk divisi satu 1 juta dollar (sekitar Rp 17,6 miliar). Kayaknya saya belum pernah dengar di Asia Tenggara atau Asia dapat hadiah 1 juta dollar. Itu uang FIFA,” ujar Erick. “Tim yang hadir ke Indonesia itu FIFA yang bayar, hotel FIFA yang bayar."
Meski demikian, Indonesia tetap memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan berbagai kebutuhan lokal.
“Jadi kita harus mempersiapkan fasilitas olahraga, keamanan dan transportasinya lokal,” lanjutnya.
“Dari rapat dari coach John, Pak Marji (Sumardji), sudah diputuskan untuk tempat latihannya di PTIK, tertutup untuk menjaga hal-hal yang selama ini kalau latihan mudah diakses,” ujar Erick. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan untuk menjaga kerahasiaan strategi Timnas Indonesia. Erick menyebut terdapat pengalaman ketika informasi latihan tim tersebar. “Coach John ingin memastikan tactical-nya terproteksi, karena kemarin ada indikasi beberapa latihan timnas datanya banyak yang keluar. Ini kenapa kita ingin di PTIK."
Sementara itu, pemanggilan pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026 masih menunggu keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
“Pemanggilan Timnas Indonesia masih menunggu dari Coach John." “Tapi saya yakini Timnas Indonesia tidak cedera, dengan senang hati mereka membela. Karena kita selalu bisa membicarakan hatinya merah putih atau tidak,” lanjutnya.
Pada FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia tergabung di Grup A Division 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Timnas Indonesia dijadwalkan mengawali turnamen dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026.
| SELIMUT JOVANKA POLOS 160 BLUE DENIM |
| SPREI CALIFORNIA 180 FALLON Baca Juga : |
No comments: