Pengabdian Besar, Insentif Terbatas: Guru PAUD Bondowoso Masih Menanti Perhatian

 



Di balik riuhnya aktivitas bernyanyi, bermain, dan belajar anak-anak usia dini, tersimpan pekerjaan besar yang kerap luput dari perhatian. Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setiap hari menjadi salah satu pihak yang meletakkan fondasi karakter generasi masa depan.

Namun, besarnya peran tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan yang diterima para pendidik PAUD di Kabupaten Bondowoso.

Hal itu mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bondowoso di halaman City Plaza, Senin (31/8/2026).

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Bondowoso, M. Kholis, mengatakan pekerjaan guru PAUD sering kali terlihat sederhana karena banyak dilakukan melalui aktivitas bermain dan bernyanyi bersama anak.

Padahal, menurutnya, di balik kegiatan tersebut terdapat proses pendidikan yang tidak ringan. Guru PAUD harus membangun kebiasaan hidup sehat, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan berbagi hingga pembentukan karakter anak.

“Di PAUD mungkin kita mengajarkan anak hidup sehat, mandiri, disiplin, berbagi dan memiliki karakter. Kelihatannya sederhana, setiap hari mungkin kita hanya mengajak anak bernyanyi. Tetapi menjadi guru PAUD tentunya tidak mudah,” ujarnya.

Karena itu, Kholis menilai kesabaran, ketelatenan dan keikhlasan menjadi modal penting yang harus dimiliki seorang pendidik anak usia dini.

Ia berharap seluruh pengabdian guru PAUD tidak hanya memberikan dampak bagi perkembangan anak, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi para pendidik

“Mudah-mudahan jerih payah panjenengan semua menjadi amal jariyah oleh Allah SWT,” tuturnya.

Di sisi lain, persoalan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah. Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, Mansur, mengakui pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan perhatian terhadap insentif guru PAUD.

Namun, kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan peningkatan tersebut.

Gabung Shopee Affilate

“Pemerintah daerah selalu ingin menaikkan itu, tetapi terkadang situasi memang tidak memungkinkan. Mudah-mudahan ke depan saya akan terus berusaha memperjuangkannya,” ungkapnya.

Mansur menyebut perhatian terhadap insentif guru PAUD sebelumnya telah mengalami peningkatan. Insentif yang sebelumnya Rp350 ribu naik menjadi Rp400 ribu. Sementara insentif yang sebelumnya Rp100 ribu meningkat menjadi Rp200 ribu.

Menurutnya, nominal tersebut memang terlihat kecil jika dilihat secara individu. Tetapi ketika dikalikan dengan jumlah guru yang mencapai ribuan, kebutuhan anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah menjadi cukup besar.

“Kalau Rp50 ribu atau Rp100 ribu dikalikan sekian ribu, tentu masih menjadi angka yang besar,” katanya.

Karena itu, Mansur meminta seluruh pihak memahami kondisi fiskal daerah sekaligus tidak berhenti memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para guru PAUD.

Ia berharap Bupati Bondowoso bersama jajaran pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih baik sehingga perhatian terhadap para pendidik anak usia dini dapat terus ditingkatkan.

“Kita doakan pemerintah daerah, Bapak Bupati dan seluruh jajaran diberikan kekuatan untuk terus memperjuangkannya,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi penting karena tugas guru PAUD bukan hanya mengenalkan huruf dan angka kepada anak. Pada fase pendidikan paling awal itu, mereka juga berperan membentuk kebiasaan, sikap, kemandirian dan karakter yang akan menjadi bekal anak pada jenjang pendidikan berikutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengajak para guru PAUD untuk tidak kehilangan semangat dalam menjalankan pengabdian.

“Selamat ulang tahun HIMPAUDI Kabupaten Bondowoso yang ke-21. Jangan patah arang, jangan patah semangat. Mari kita terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendidik anak-anak kita,” katanya.

Taufan menilai keberadaan guru PAUD merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Bondowoso. Karena itu, semangat para pendidik harus tetap dijaga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.

Mansur pun memberikan apresiasi terhadap para guru PAUD yang selama ini tetap menjalankan tugas meski tantangan yang dihadapi tidak ringan.

“Kami sangat senang kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengajari anak-anak kami. Mudah-mudahan dari kecil menjadi ilmu yang barokah,” katanya.

Peringatan HUT HIMPAUDI ke-21 akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun organisasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun generasi tidak cukup hanya dengan berbicara tentang pendidikan, tetapi juga memastikan mereka yang berada di garis depan pendidikan anak usia dini mendapat perhatian yang layak.

BEDCOVER MY LOVE 160 X 200 SPREI FLAT HIROMI


SUMBERhttps://beritajatim.com/pengabdian-besar-insentif-terbatas-guru-paud-bondowoso-masih-menanti-perhatian

BEDCOVER AKIKO POLOS 120 X 200 GREEN FOREST

BEDCOVER HAWAI 180 X 200 VENZIE

Baca Juga : 

Pengabdian Besar, Insentif Terbatas: Guru PAUD Bondowoso Masih Menanti Perhatian Pengabdian Besar, Insentif Terbatas: Guru PAUD Bondowoso Masih Menanti Perhatian Reviewed by wongpasar grosir on 8:37 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.