Harga Minyak Dunia Melonjak, Asing Jual Sejumlah Saham Energi di Bursa RI

 


Lonjakan harga minyak dunia belum mampu mengangkat seluruh saham energi di pasar saham Indonesia. Asing tercatat menjual beberapa saham big caps pada perdagangan sesi pertama, Jumat (7/8/2026.

Meski begitu, asing tetap membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) terhadap sejumlah saham energi di pasar modal domestik.

Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat atau Jumat (7/8/2026) pagi WIB.

Kenaikan dipicu rencana parlemen Iran membatasi pelayaran kapal Amerika Serikat (AS) dan Israel di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 3,04 dollar AS atau 3,83 persen menjadi 82,49 dollar AS per barrel.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,07 dollar AS atau 2,75 persen menjadi 77,29 dollar AS per barrel.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) pada lima saham sektor energi dan penunjang energi pada perdagangan sesi pertama, Jumat. Nilai jual bersih pada lima saham energi mencapai Rp 54 miliar.

Aksi jual terbesar terjadi pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan angka net foreign sell Rp 21,23 miliar atau sebanyak 4,16 juta saham.

Investor asing melepas saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) senilai Rp 10,49 miliar dengan volume 11,59 juta saham. Aksi jual juga tercatat pada saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) Rp 7,86 miliar atau 40,88 juta saham.

Sebagai informasi, GTSI merupakan emiten yang bergerak di bidang pengangkutan laut dan distribusi energi, khususnya sebagai operator kapal pengangkut gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).

Selain itu, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan net foreign sell Rp 7,57 miliar dengan volume 5,73 juta saham, sedangkan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dilepas investor asing Rp 6,85 miliar atau sebanyak 6,24 juta saham.

Di luar emiten energi utama, investor asing juga menjual saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 8,39 miliar dengan volume 17,46 juta saham.

Sebagai emiten jasa pertambangan, DEWA kerap dikaitkan dengan pergerakan sektor energi dan komoditas. Jika DEWA turut diperhitungkan, total aksi jual asing pada saham-saham yang terkait sektor energi mencapai Rp 62,39 miliar.

Di sisi lain, asing melakukan aksi akumulasi terhadap saham energi lainnya. Di mana, asing membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai beli bersih Rp 34,27 miliar.

Selanjutnya, investor asing memborong saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 22,61 miliar, PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 19,80 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 16,54 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 14,40 miliar, serta PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 10,91 miliar.

PT Timah Tbk (TINS) Rp 70,72 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 58,10 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 29,18 miliar. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 17,99 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 16,10 miliar.

Sprei Kintakun Deluxe 120 X 200 Tinggi 25 Fahira



Harga Minyak Dunia Melonjak, Asing Jual Sejumlah Saham Energi di Bursa RI Harga Minyak Dunia Melonjak, Asing Jual Sejumlah Saham Energi di Bursa RI Reviewed by wongpasar grosir on 2:01 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.