Kabupaten Mojokerto mencatatkan capaian positif dalam pembangunan sepanjang tahun 2025. Sejumlah indikator sosial ekonomi menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga dukungan layanan kesehatan yang semakin berkembang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan, capaian tersebut terlihat dari berbagai indikator yang tercantum dalam publikasi Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2026. “Berdasarkan data Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2026, IPM Kabupaten Mojokerto mencapai 75,90 pada tahun 2025,” ungkapnya, Jumat (21/8/2026).
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Mojokerto dalam kategori tinggi dan hampir setara dengan rata-rata Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, peningkatan IPM tersebut mencerminkan adanya perbaikan pada tiga dimensi utama pembangunan manusia, yakni pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
“Pada periode 2024-2025, pertumbuhan IPM Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 0,99 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan IPM Jawa Timur yang berada di angka 0,78 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat Mojokerto berlangsung dengan kecepatan yang relatif baik,” jelasnya.
Selain peningkatan IPM, kondisi kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Persentase penduduk miskin Kabupaten Mojokerto pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,56 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara jumlah, penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2025 mencapai sekitar 102,67 ribu jiwa.
Penurunan angka kemiskinan tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, Dwi menegaskan upaya pengentasan kemiskinan tetap perlu diperkuat, terutama agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di berbagai wilayah.
“Pengentasan kemiskinan masih menjadi tantangan yang perlu terus diperhatikan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di sektor kesehatan, Kabupaten Mojokerto memiliki dukungan jaringan pelayanan kesehatan primer melalui 85 Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah,” ujarnya.
Fasilitas tersebut didukung sebanyak 923 tenaga medis dan paramedis yang terdiri dari 27 dokter umum, 2 dokter gigi, 400 bidan, dan 411 perawat. Namun, persebaran tenaga kesehatan antarwilayah masih menjadi perhatian. Berdasarkan data BPS, Kecamatan Trowulan tercatat memiliki jumlah perawat terbanyak dengan 28 orang.
Sementara Puskesmas Trawas memiliki jumlah dokter terbanyak, yakni 9 dokter, sedangkan Jatirejo menjadi wilayah dengan jumlah bidan terbanyak mencapai 27 orang. Menurutnya, pemerataan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa adanya kesenjangan antarwilayah.
“Distribusi tenaga kesehatan yang seimbang diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat. Secara keseluruhan, capaian pembangunan Kabupaten Mojokerto tahun 2025 menunjukkan arah yang positif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan, serta dukungan layanan kesehatan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ke depan, lanjutnya, tantangan pembangunan tidak hanya meningkatkan capaian secara keseluruhan, tetapi juga memastikan pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan dukungan data statistik yang akurat dan berkualitas, perencanaan pembangunan diharapkan semakin tepat sasaran untuk mewujudkan masyarakat Mojokerto yang lebih maju, sehat, dan sejahtera.
Baca Juga :


No comments: