Layanan keuangan digital kini menjadi salah satu kunci bagi perempuan pemilik dan pengelola usaha mikro agar bisnisnya lebih tangguh dan berkembang.
Hal ini menjadi fokus utama Learning Event yang digelar Yayasan Mercy Corps Indonesia bersama DBS Foundation di Surabaya dalam rangka program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs.
Dengan mengusung tema ‘Penggunaan layanan keuangan digital sebagai strategi efektif untuk mendukung perempuan pemilik/pengelola usaha mikro dan kecil’, kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi, berbagi praktik baik, serta penguatan jejaring antara pelaku usaha, pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Surabaya, perwakilan 31 kecamatan, regulator, perbankan, asosiasi, fasilitator program, serta ratusan perempuan peserta program.
Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs yang berjalan dari Oktober 2025 hingga September 2027 bertujuan memperkuat ketahanan dan kesehatan keuangan 40.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Surabaya, Semarang, dan Medan.
Sebanyak 20 persen di antaranya merupakan anak muda perempuan. Hingga Agustus 2026, lebih dari 20.000 perempuan telah mengikuti rangkaian pelatihan dan mentoring yang memadukan literasi keuangan, literasi digital, manajemen usaha, pemasaran digital, serta pengenalan produk dan layanan keuangan.
Learning Event di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa di beberapa kota yang bertujuan menghimpun pembelajaran lapangan. Hasilnya akan dirangkum dalam learning document berisi rekomendasi strategi efektif untuk mendukung perempuan pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah perkotaan, yang selanjutnya disampaikan kepada Kementerian UMKM.
Melalui sesi talkshow, kunjungan display produk, testimoni peserta, dan berbagai aktivitas interaktif, kegiatan ini mendorong perempuan UMKM untuk semakin percaya diri memanfaatkan layanan keuangan digital, mulai dari mobile banking, dompet digital, hingga pembayaran non-tunai sebagai bagian dari pengelolaan usaha sehari-hari.
“Mendorong inklusi finansial dan pemberdayaan perempuan merupakan fokus utama DBS Foundation dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia, kami berharap semakin banyak perempuan pelaku UMKM memiliki akses terhadap pengetahuan, layanan, dan produk keuangan yang dapat membantu mereka meningkatkan ketahanan usaha, memenuhi kebutuhan dasar keluarga, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem yang mendukung perempuan pelaku UMKM agar semakin cerdas secara finansial digital dan siap menghadapi tantangan usaha ke depan.
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
Kepala Dinas Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menambahkan jumlah UMKM perempuan di Surabaya ini lebih 50 persen dari jumlah UMKM yang terdata di Kota Surabaya. “Dan kita tahu semua perempuan itu adalah makhluk yang luar biasa ya. Jadi begini, eh saya berharap dengan seminar gitu, kita bisa membuat ibu-ibu yang sekarang ini sebagai pelaku UMKM itu tidak hanya sekadar bisa menjual. Tetapi bisa berusaha dengan cerdas. Artinya apa? mulai dengan mereka membuat HPP. Artinya apa? Kalau mereka bisa mampu membuat HPP, mereka tahu berapa biaya produksi, berapa omset yang harus dia apa, yang yang nanti harus dikenakan, sehingga harga jualnya mereka berapa. Karena kalau enggak tahu itu jualannya banyak, tapi kok tetap aja, ya rugi,” jelasnya.
“Kecenderungannya kalau ibu-ibu itu mencampur antara uang rumah dengan uang usaha. Nah, dengan ikut seminar ini, mereka akan belajar memisahkan mana yang uang rumah untuk keluarga dengan uang usaha,” imbuhnya.
Mia menjelaskan, kemudian juga mereka akan belajar pula bahwa kalaupun nanti membutuhkan pinjaman itu adalah untuk berusaha untuk modal, bukan untuk konsumtif dan yakin bahwa nanti bisa mengembalikannya.
“Perhitungan-perhitungan itu akan didapat apabila mereka mengikuti ini. Sehingga ke depan, eh dari sisi apa? Dari sisi internnya, itu dia sudah kuat. Kemudian pemasarannya juga seperti itu akan diajak ini, pemasaran tidak hanya offline, tetapi juga pemasaran digital. Jadi digital di sini tuh tidak sekadar eh pakai QRIS, gitu ya. Tetapi bagaimana mereka bisa melakukan pencatatan keuangannya dan pengelolaan keuangannya secara digital. Kan banyak juga mungkin aplikasi yang ada, bagaimana memanfaatkan aplikasi itu. Kemudian memanfaatkan eh medsos-medsos untuk mereka memasarkan,” tukasnya.
Perwakilan Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, menjelaskan untuk hari ini agendanya ialah learning event. “Learning event itu ialah suatu acara di mana kita membawa ibu-ibu perempuan untuk bertempur di satu hari untuk mendengarkan pemaparan dan juga diskusi dari para pakar ya. Ini merupakan rangkaian dari program kami yang disebut Mercy Inclusion for Women Entrepreneur gitu ya, yang targetnya ialah bagaimana meningkatkan ketahanan dan juga ke apa namanya kesehatan para perempuan usaha UMKM, terutama di Kota Surabaya,” pungkasnya.

No comments: