Penantian panjang keluarga Surono, warga Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akhirnya berujung kepastian. Surono, yang sebelumnya dinyatakan belum ditemukan setelah KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa, berhasil ditemukan setelah 13 hari pencarian.
Kabar penemuan Surono diterima keluarga pada Minggu (27/9/2026) malam, sekitar selepas magrib. Informasi tersebut disampaikan pihak kepolisian kepada keluarga. Namun, kabar itu datang bersama duka. Surono ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Selama hampir dua pekan, keluarga berada dalam penantian yang penuh kecemasan. Mereka tidak mengetahui secara pasti keberadaan Surono setelah kapal yang ditumpanginya mengalami musibah.
Kini, setelah jasad Surono ditemukan, keluarga setidaknya telah mendapatkan kepastian dan dapat memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga mereka.
Dikenali dari Tato hingga Barang Pribadi
Adik ipar Surono, Ari Supriyatin, mengatakan keluarga sebelumnya mendapat sejumlah foto korban yang ditemukan melalui grup WhatsApp Basarnas.
Foto-foto tersebut kemudian dicermati keluarga. Mereka memperhatikan bentuk tubuh, kaki, serta sejumlah ciri khusus yang dimiliki Surono.
“Kita punya insting bahwa salah satu dari foto itu kakak saya. Melihat dari bentuk bodinya, dari bentuk kaki-kakinya itu identik dengan kakak saya,” ujar Ari saat ditemui di rumah duka, Selasa (29/9/2026).
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
Untuk memastikan identitas korban, keluarga kemudian menghubungi petugas di Banjarmasin. Keyakinan keluarga semakin kuat setelah melihat beberapa ciri khusus pada korban. Salah satunya adalah tato berbentuk belati atau pisau yang berada di tangan kanan Surono. “Tato tangan kanan gambar belati/pisau,” kata Ari.
Selain tato, kondisi gigi juga menjadi salah satu petunjuk. Surono diketahui memiliki bagian gigi yang tanggal. Keluarga juga mendapat informasi bahwa sejumlah barang pribadi masih melekat pada korban. “Terus ternyata kakak saya itu bawa dompet. Masih melekat. Sama tiket perjalanan itu, sama karcis,” ungkap Ari.
Ciri-ciri tersebut kemudian semakin menguatkan dugaan keluarga bahwa korban yang ditemukan merupakan Surono.
Berangkat Bekerja ke Banjarmasin
Sebelum menjadi korban dalam musibah KM Virgo Transport 8, Surono berangkat bekerja menuju Banjarmasin.
Ia bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayuran. Dalam perjalanan tersebut, Surono berada dalam satu kendaraan dengan sopir truk bernama Yahya, yang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Bagi keluarga, keberangkatan Surono merupakan perjalanan untuk bekerja dan mencari nafkah. Tidak ada yang menyangka perjalanan tersebut menjadi perjalanan terakhirnya.
Keluarga sebelumnya mendapat cerita bahwa ketika kondisi kapal mulai kritis, Surono sedang berada di ruang tidur. Ia kemudian dibangunkan ketika kapal mulai miring dan air mulai masuk ke bagian kapal.
Setelah kapal mengalami kecelakaan, keluarga hanya bisa menunggu kabar mengenai keberadaan Surono. Hari demi hari berlalu tanpa kepastian. Hingga akhirnya, pencarian memasuki hari ke-13.
Penantian Berakhir di Rumah Duka
Penemuan Surono mengakhiri penantian panjang keluarganya. Meski kepastian yang datang bukan seperti yang diharapkan, keluarga kini dapat menerima kenyataan dan mempersiapkan penghormatan terakhir bagi Surono.
Suasana rumah duka di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, mulai dipadati warga. Sejumlah pelayat, perangkat desa, serta petugas Jatim Social Care (JSC) Dinas Sosial Jawa Timur berdatangan untuk memberikan penghormatan sekaligus mendampingi keluarga dalam proses pemulangan dan pemakaman Surono.
Ari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, khususnya Basarnas. “Dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada Basarnas yang sudah menemukan keluarga saya. Walaupun dalam keadaan tidak panjang umur, ini memang musibah, tidak bisa ditolak juga,” kata Ari.
Bagi keluarga, ditemukannya Surono setidaknya memberikan kesempatan untuk mengantarkan dan memberikan penghormatan terakhir. “Yang penting kita bisa memberi penghormatan terakhir kepada kakak saya, dan semoga kakak saya juga mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan,” tuturnya.
Tiga belas hari setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam, penantian keluarga Surono akhirnya berakhir. Bukan dengan kepulangan seperti yang mereka harapkan, tetapi dengan sebuah kepastian yang memungkinkan mereka mengantarkan Surono pulang untuk terakhir kalinya.

No comments: