Harga bahan kebutuhan pokok di Surabaya masih bergerak menjelang akhir September 2026. Beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, serta bawang merah dan bawang putih menjadi sejumlah komoditas yang terus dipantau masyarakat.
Data harga terbaru yang tersedia untuk Kota Surabaya menunjukkan pergerakan harga yang cukup beragam. Pemantauan mengacu pada rata-rata harga di sejumlah pasar tradisional Surabaya yang masuk dalam sistem Siskaperbapo Jawa Timur.
Untuk beras, harga rata-rata beras premium berada di kisaran Rp16.650 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp12.925 per kilogram.
Harga gula kristal putih tercatat sekitar Rp17.500 per kilogram. Sementara minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.200 per liter. Minyak goreng kemasan premium sekitar Rp21.140 per liter, sedangkan Minyakita berada di kisaran Rp15.730 per liter.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp38.600 per kilogram. Telur ayam ras sekitar Rp25.400 per kilogram.
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
Pergerakan cukup menarik terlihat pada kelompok cabai dan bawang. Harga cabai merah keriting berada di kisaran Rp39.400 per kilogram, cabai merah besar sekitar Rp29.600 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah sekitar Rp56.000 per kilogram.
Untuk bumbu dapur, bawang merah tercatat sekitar Rp30.600 per kilogram dan bawang putih sekitar Rp31.400 per kilogram.
Harga tersebut merupakan rata-rata dari sejumlah pasar di Surabaya, sehingga harga di tingkat pedagang dapat berbeda bergantung pada lokasi pasar, kualitas barang, pasokan, serta waktu pembelian. Pemantauan harga juga menunjukkan komoditas pangan masih mengalami perubahan dari hari ke hari.
Sementara itu, data rata-rata harga bahan pokok Jawa Timur pada Selasa, 29 September 2026 memperlihatkan cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan. Cabai merah besar naik sekitar 2,89 persen, cabai rawit merah naik 1,70 persen, dan cabai merah keriting naik 0,44 persen.
Di sisi lain, harga daging ayam ras Jawa Timur turun sekitar 0,58 persen dan telur ayam ras turun sekitar 0,45 persen. Kondisi tersebut menunjukkan harga pangan tidak bergerak seragam dan perubahan terjadi pada masing-masing komoditas.
Bagi masyarakat Surabaya, perbedaan harga antarpasar menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pasar tradisional seperti Pasar Pucang Anom, Pasar Keputran, Pasar Wonokromo, dan pasar lainnya menjadi bagian dari jaringan perdagangan bahan pangan kota.

No comments: