Stok beras premium di sejumlah gerai retail modern seperti Alfamart dan Indomaret mengalami kelangkaan dalam beberapa bulan terakhir. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, tetapi juga secara nasional. Hal ini mengonfirmasi pantauan Kompas.com di sejumlah gerai Indomaret dan Alfamart wilayah Depok mengenai kelangkaan stok beras premium hingga dua bulan terakhir.
"Waduh, nasional lah. Jadi langka dalam arti kata barang ada, tapi jumlahnya sangat sedikit," ujar Solihin saat ditanya Kompas.com apakah kelangkaan beras premium hanya terjadi di Depok, Rabu (9/9/2026).
Namun Solihin menegaskan, kelangkaan tersebut bukan berarti stok beras premium di pasaran habis.
Beras premium masih tersedia di pasar tradisional, tetapi pasokannya ke retail modern sangat terbatas. "Jadi kalau masyarakat pergi ke tempat lain, ke pasar atau tempat lain di luar retail modern, banyak beras premium," tuturnya.
Menurut dia, kelangkaan ini disebabkan oleh harga beras premium dari pemasok yang lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.900 per kilogram (kg) atau Rp 74.500 untuk kemasan 5 kilogram. Sementara itu, peritel harus mengikuti ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini tentu membuat retail modern berada dalam posisi sulit. Pasalnya, retail tidak dapat menjual beras premium dengan harga melebihi HET, sedangkan apabila membeli dari pemasok dengan harga lebih tinggi lalu menjualnya sesuai HET, retail berpotensi mengalami kerugian.
Oleh karenanya, retail modern pada akhirnya memilih untuk tidak menjual beras premium apabila harga pasokan yang diterima membuat mereka harus terus menanggung kerugian. "Retail lebih baik tidak menjual, daripada jual tapi terus-terus merugi, ya kan, lebih baik enggak jual," kata Solihin. Kendati demikian, Solihin menekankan, kondisi tersebut tidak berarti beras premium benar-benar langka di pasaran. Masyarakat masih dapat menemukan beras premium di pasar tradisional seperti Pasar Induk Cipinang, Jakarta. Hanya saja, ia memastikan harganya pasti di atas HET Rp 14.900 per kilogram.
"Pergi hari ini ke Cipinang, cari beras premium, pasti ada, beli berapa banyak juga dijual. Tapi kalau belinya dengan harga Rp 14.900 per kg ya dia enggak mau," ucapnya.
Pemerintah Bakal Pasok Beras Premium Bulog ke Retail
Solihin mengungkapkan, pihaknya telah membahas persoalan tersebut dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Untuk mengatasi kelangkaan beras premium di retail modern, Perum Bulog akan memasok beras dengan kualitas premium ke jaringan retail modern. Langkah tersebut dapat membuat retail memperoleh pasokan beras premium dengan harga yang memungkinkan untuk dijual sesuai HET. "Dalam waktu dekat, insya Allah ya, kalau tidak ada aral melintang, bulog akan berperan terhadap kekosongan itu dengan menyediakan beras jenis mutu premium," tuturnya.
| SELIMUT JOVANKA POLOS 160 BLUE DENIM |
| SPREI CALIFORNIA 180 FALLON Baca Juga : |
No comments: