92 Titik Panas Terdeteksi di Arjuno, Khofifah Upayakan Bantuan Helikopter Water Bombing

 


Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, lereng Gunung Arjuno, terus dipacu. Di tengah proses penanganan tersebut, sebanyak 92 titik panas atau hotspot masih terdeteksi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendatangkan bantuan helikopter water bombing atau pemadaman melalui pengeboman air.

Sebelumnya, helikopter pengebom air sempat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur. Namun, angin kencang dan cuaca terik selama musim kemarau membuat titik api kembali muncul. Jumlah titik panas bahkan sempat melonjak hingga lebih dari 600 titik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, upaya mendatangkan kembali bantuan helikopter diperlukan untuk mempercepat pemadaman, terutama di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Hari ini di area Tahura Raden Soerjo ini masih terdeteksi ada 92 hotspot. Kita sedang mengkomunikasikan agar mendapat perbantuan helikopter untuk melakukan water bombing, saya rasa kalau ada water bombing kita bisa melakukan pemadaman secara lebih efektif,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, pemadaman dari udara sangat dibutuhkan karena kondisi geografis lereng pegunungan yang terjal menyulitkan pergerakan personel. Operasi water bombing dinilai dapat membantu menjangkau area berupa jurang dan tebing yang sulit ditembus petugas pemadam di darat.

Sembari menunggu kepastian bantuan helikopter, tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemadaman serta penyekatan di darat. Koordinasi dengan kepala desa dan camat di wilayah Prigen serta Purwodadi juga diperkuat untuk memetakan pergerakan api dan menentukan langkah penanganan.

“Koordinasi dengan Manggala Agni, MPA, atau relawan yang lain dengan kepala desa, camat, dan semua jajaran yang sudah memiliki pemetaan dengan baik harus diperketat agar bisa melakukan langkah-langkah pengamanan dan pemadaman. Jadi ada pembasahan dan ada juga pemadaman darat,” tegas Khofifah.

Khofifah menyampaikan, konsolidasi lintas instansi terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas hingga mendekati permukiman warga. Selain menangani kebakaran, Pemprov Jawa Timur juga memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak kerusakan pipa tetap disalurkan.

Gabung Shopee Affilate

Kebakaran vegetasi di kawasan Gunung Arjuno turut merusak jaringan pipa air bersih milik warga Desa Jatiarjo, Dayurejo, dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan. Sejumlah pipa berbahan high-density polyethylene (HDPE) dan paralon dilaporkan meleleh akibat terpapar panas api.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengonfirmasi tidak ada korban jiwa akibat kebakaran di kawasan Arjuno. Namun, kerusakan jaringan pipa berdampak pada fasilitas penyaluran air bersih warga.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa kalau yang di area Arjuno. Untuk kerugian materil itu hanya jalur air bersih, beberapa pipa yang kemarin menggunakan HDPE sama paralon habis terleleh, tapi beberapa spot yang sudah diganti pipa besi alhamdulillah masih utuh,” kata Rusdi.

Rusdi menyambut baik langkah Pemprov Jawa Timur yang mengupayakan bantuan helikopter water bombing untuk membantu pemadaman di lereng Gunung Arjuno. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap kombinasi pemadaman udara, pembasahan dan pemadaman darat, serta perbaikan jaringan pipa dapat membantu mengendalikan kebakaran dan memulihkan akses air bersih bagi warga terdampak.


SPREI LADY ROSE 160 X 200 TINGGI 30 RIVER

SUMBER
: https://beritajatim.com/92-titik-panas-terdeteksi-di-arjuno-khofifah-upayakan-bantuan-helikopter-water-bombing


92 Titik Panas Terdeteksi di Arjuno, Khofifah Upayakan Bantuan Helikopter Water Bombing 92 Titik Panas Terdeteksi di Arjuno, Khofifah Upayakan Bantuan Helikopter Water Bombing Reviewed by wongpasar grosir on 10:08 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.