Kemarau panjang yang masih berlangsung di Kabupaten Bojonegoro berpotensi menggeser jadwal musim tanam padi. Penurunan curah hujan dan terbatasnya ketersediaan air menjadi tantangan bagi petani, terutama dalam menentukan waktu tanam dan menjaga produktivitas pertanian.
Ahli Klimatologi Universitas Bojonegoro (Unigoro), Heri Mulyanti, mengingatkan potensi mundurnya musim tanam akibat berkurangnya curah hujan. Kondisi ini perlu diwaspadai karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan budidaya padi.
Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Unigoro tersebut mengatakan, curah hujan pada Desember yang biasanya cukup tinggi diperkirakan mengalami penurunan volume. Selain itu, fenomena El Nino yang berpotensi berlangsung hingga April mendatang juga perlu menjadi perhatian.
“Karena hujan di bulan Desember biasanya turun lebat, akan berkurang volumenya. Bahkan, dalam laporan WMO (World Meteorological Organization) ada probabilitas terjadi El Niño sampai bulan April,” ujar Heri. Jumat (16/10/2026).
Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut awal musim hujan 2026/2027 di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemunduran akibat pengaruh El Nino.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut awal musim hujan di wilayah Bojonegoro diperkirakan berlangsung secara bertahap.
Berdasarkan informasi prakiraan BMKG yang disampaikan kepada pemerintah daerah, Kecamatan Sekar dan Ngambon diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan pada November. Adapun sebagian besar wilayah Bojonegoro diprediksi menyusul pada Desember.
“Berdasarkan BMKG, November yang mulai hujan ada di Kecamatan Sekar dan Ngambon. Sedangkan kecamatan lainnya Desember,” terang Zaenal.
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
Perbedaan waktu datangnya hujan tersebut menjadi pertimbangan bagi petani dalam menentukan jadwal tanam. Apabila ketersediaan air belum mencukupi, penanaman padi berpotensi tertunda dan berdampak pada luas tanam serta produksi padi.
“Untuk mengantisipasi risiko tersebut, kami mengimbau petani berpedoman pada Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang telah disusun. Saya harap petani juga menyesuaikan kegiatan budidaya dengan kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Selain itu, petani diharapkan aktif berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan perkembangan musim hujan.
Dengan potensi mundurnya musim hujan, penyesuaian jadwal tanam dan pengelolaan air menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan produksi. “Petani di Bojonegoro diharapkan dapat mengantisipasi perubahan kondisi iklim agar kegiatan pertanian tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
![]() | ||
| SPREI KINTAKUN RUMBAI 180 X 200 LAVANA SUMBER : https://beritajatim.com/kemarau-panjang-ancam-bojonegoro-musim-tanam-padi-terancam-mundur
|
Reviewed by wongpasar grosir
on
1:03 PM
Rating:




No comments: